No icon

Pasar Tematik Jabar Menerapkan Sistem Kurasi dan Tema Produk

BANDUNG, PIKIRANJABAR – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji mengatakan, rencana pembangunan pasar tematik akan diimbangi dengan penerapan konsep ketat, yaitu menggunakan sistem kurasi, sesuai tema produk.

Tutus –panggilan akrab dari Kusmana Hatradji mengatakan, karena terbatasnya daya tampung, Dinas KUK Jabar akan menerapkan sistem kurasi yang baik. Sebab, berdasarkan hasil survei pakar dalam bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sistem kurasi yang baik, harus dilaksanakan pada pasar tematik agar menghasilkan produk berkualitas.

“Kalau sistem kurasi dilaksanakan dengan baik, kami yakin akan berdampak kepada penciptaan produk unggulan Koperasi dan UMKM. Sehingga, dapat merangsang kunjungan wisata dan Koperasi dan UMKM lainnya meningkatkan kualitas dan kuantitas produk,” kata dia.

Tutus juga mengatakan, produk unggulan yang memiliki kualitas dan dibutuhkan pelanggan, kata dia, merupakan salah satu kunci keberhasilan dari penyelenggaraan pasar tematik.

Oleh karenanya, proses seleksi dan kurasi dari produk yang akan diikutsertakan dalam pasar tematik harus tersusun dan terlaksana dengan baik.

Penentuan konsep dan tema, ujar dia, juga sangat menentukan siapa UMKM yang akan diikutsertakan dalam pasar tematik. Setelah itu, baru bisa mengundang para UMKM yang akan diikutsertakan dalam Pasar Tematik Produk Unggulan KUMKM.

“Selama ini kami kesulitan mencari UMKM dan produk koperasi yang memiliki kualitas dengan daya saing tinggi. Padahal sebenarnya banyak, tetapi belum terkurasi secara baik. Makanya saya menggagas sistem kurasi ini. Sistem ini berbentuk aplikasi website internet, harapannya bisa berbasis operasi Android yang bisa diakses oleh UMKM dengan mudah,” ujar dia.

Prosesnya, tutur Kusmana, setelah UMKM melakukan registrasi secara online, mereka akan dipandu untuk melakukan tahapan selanjutnya, seperti seleksi online oleh kurator.

Kurator akan menilai kelengkapan, kualitas, dan kelayakan produk melalui dokumen softcopy yang telah diunggah oleh KUMKM.

Proses tersebut berlangsung ketat, karena kurator benar-benar mempertimbangkan unsur orisinalitas ide dan inovasi dari konsep yang diajukan. Selanjutnya, tahapan presentasi produk KUMKM dan Grand Kurasi serta pelatihan. (Ris)

Comment As:

Comment (0)