No icon

Bunuh Sepi, Pekerja Migran Disasar Untuk Terbang dari BIJB Kertajati

MAJALENGKA, PIKIRANJABAR - Direktur Keuangan dan Umum Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Muhammad Singgih terus  berupaya agar bandara kebanggaan warga Jawa Barat bisa eksis,  sebagaimana layaknya sebuah bandara internasional. Apa terobosannya?

Pengamatan, bandara kebanggaan warga Jawa Barat terlihat memang dalam kondisi sepi, hanya ada beberapa kedatangan pesawat saat pikiranjabar.com ada di sana, pesawat yang nongkrong dilandasan juga hanya satu pesawat. Itupun pesawat malaysia airlines.

Bagian depan bandara juga sepi, hanya ada beberapa bus damri yang distandby kan Dinas Perhubungan di kawasan Bandara Kertajati. Suasana serupa juga terlihat saat kaki diarahkan memasuki ruang dalam bandara. Padahal interior ruangan itu cukup menarik --cocoklah untuk kelas bandara internasional.

Saat kaki diarahkan ke lantai dua, baru terlihat ada sedikit keramaian, tetapi bukan oleh calon penumpang, pesawat. Disana tengah ada kegiatan kadis meeting yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat.

Di lantai tiga, suasana sepi kembali menyergap hanya terlihat tali-tali untuk antrean penumpang yang akan masuk untuk terbang ke tempat tujuan atau tiba dari perjalanan. Hanya terlihat beberapa petugas di sana.

"Kita terus berinovasi, agar setiap harinya ada penumpang yang datang, pesawat yang tiba, pesawat yang berangkat dari  tempat ini," katanya.

Beberapa upaya itu adalah, bekerjasama dengan Dinas Nakertrans Jabar, supaya nantinya Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jabar bisa diberangkatkan via BIJB Kertajati.

"Berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja supaya nantinya pengiriman tenaga kerja bisa dilakukan lewat sini saja, termasuk juga bekerjasama dengan pengerah tenaga kerja," kata dia.

Dari sisi BIJB sendiri, yang dilakukan adalah membangun rute penerbangan. "Contohnya pada pekan ini, kemarin hari kamis sudah ada first flight dari Kertajati ke Kualalumpur," katanya.

Penerbangan ke Kualalumpur (Malaysia), itu sudah dimasukkan dalam penerbangan reguler waktunya seminggu dua kali, hari Senin dan hari Kamis.

Sasarannya, tenaga kerja dari sekitar wilayah bandara yang akan berangkat ke negara-negara Asia via Kualalumpur. Misal ke Jepang transit ke Kualalumpur, atau Taiwan transit kualalumpur.

"Kalau misal gerakan orang itu, makin banyak, ya tentu, diharapkan, nantinya akan setiap hari," katanya.

Pekerja Migran disasar untuk terbang dari BIJB Kertajati karena berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada tahun 2018 saja ada sekitar 108 ribu pergerakan tenaga kerja yang berasal dari daerah-daerah seputar Bandara Kertajati. Indramayu, Cirebon, Subang dan Karawang.

"Ini adalah potensi, bagaimana traffic itu berkembang atas pergerakan tenaga kerja migran, ini secara fisik bisnis untuk internal bandara," katanya.

Ditanya data pergerakan tenaga kerja migran tahun 2019, Muhammad Singgih tidak tahu. "2019 belum hafal ya. Itukan data yang kita ambil dari kunjungan kita ke BNP2TKI tahun 2019 lalu, nanti kita akan ambil, kalau kita berkunjung lagi ke BNP2TKI," kilahnya.

Selain menyasar pekerja migran, BIJB juga telah menjalin kerjasama dengan biro-biro perjalanan haji dan umroh. Jumlah mereka di jawa barat mencapai 172 unit usaha.

"Tanggal 26 Februari, besok ada perjalanan umroh dari Kertajati Arab Saudi transit Kualalumpur," katanya. Harapannya semua biro umroh dan haji Jawa Barat juga bisa melakukan hal yang sama.

Muhammad Singgih juga mengatakan secara umum progres BIJB Kertajati bagus tahun 2018 berhasil menerbangkan 36 ribu penumpang, tahun 2019 naik menjadi 460 ribu penumpang, atau naik 1200 persen. "Targetnya tahun 2020 ini 1,9 juta penumpang. In Syaa Allah optimis bisa tercapai," pungkasnya.

Comment As:

Comment (0)