No icon

Infrastuktur Masih Mengandalkan APBD, Asisten : PINA, Baru Didorong

BANDUNG, PIKIRANJABAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagaimana tertulis dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), tengah menggenjot pembangunan dan pengembangan infrastuktur transportasi, hampir sebagian besar dananya diambil dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), hanya sedikit yang menggunakan anggaran pembiayaan infrastuktur non anggaran (PINA).

"Pembangunan infrastuktur yang dananya diambil dari PINA. Memang baru didorong beberapa tahun belakangan ini. Memang relatif kecil sebetulnya," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintahan Provinsi Jawa Barat Eddi Iskandar Muda Nasution saat jumpa wartawan diacara Jabar Punya Informasi (Japri), Kamis, (21/3-2019).

Eddi mengakui, pembangunan infrastuktur jalan lewat program PINA, memang sudah saatnya harus dibudayakan terlebih di Jawa Barat yang daerahnya, sangat luas, dan tidak mungkin semua pembangunan jalannya menggunakan APBD. Panjang jalan di Jawa Barat, 2.200 jalan provinsi, 45.000 jalan kota kabupaten.

Pembangunan Jalan di Jawa Barat menurut Eddi saat ini masih bertumpu pada APBD, dan belum semuanya bisa terjangkau, jalan itu seyogianya tidak hanya dibangun tapi juga harus diperhitungkan tingkat kemantapan dan konektivitasnya.

"Ya, memang sudah waktunya, pembangunan infrastruktur jalan lewat program PINA terus digelorakan," katanya.

Agar budaya membangun jalan lewat PINA bisa berjalan baik, iklim investasi terselenggara dengan baik, agar pemilik modal percaya investasi yang telah dikeluarkannya tidak akan sia-sia.

Jalan di Jawa Barat yang dibangun lewat program PINA Jembatan Sumareccon Bekasi, Koneksi Jalan di Kawasan Jababeka, dan yang terakhir Sumaroccon Gedebage.

"Mereka ingin membangun, bukaan tol itu. Tetapi lebih kepada, kekawasan mereka juga sebetulnya. Sebetulnya mereka diuntungkan, kemudian mereka membangun jembatan," pungkasnya. (Ris)
 

Comment As:

Comment (0)