No icon

Panglima Mengingatkan Prajurit TNI dan Polri, Tugas Belum Selesai

BANDUNG, PIKIRANJABAR – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bulan suci ramadhan harus bisa dijadikan momentum agar persaudaraan bangsa Indonesia semakin kuat, dan antara sesama anak bangsa saling memaafkan dan kembali merajut silaturahmi yang sedikit agak renggang akibat perbedaan pilihan.

“Semoga berkah bulan suci ramadhan ini menjadikan persaudaraan bangsa indonesia semakin kuat. Semoga dengan ibadah puasa, antara sesama anak bangsa saling memaafkan,” harap Panglima TNI dalam acara Safari Ramadhan  1440H/2019 TNI-Polri yang digelar di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh 69 Bandung, Senin 13 Mei 2019.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa pesta demokrasi dapat dilaksanakan aman damai dan demokratis, pesta tersebut saat ini sudah masuk tahap penghitungan suara, dan secara resmi tanggal 22 Mei KPU akan menetapkan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan 2019-2024.

“Insya allah semua berjalan aman dan lancar,” ucapnya.

Dengan bangga, Panglima juga mengucapkan terimakasih kepada anggota TNI dan Polri yang sudah dengan gigih dan penuh disiplin mengamankan pesta demokrasi ini. Mulai dari tahap kampanye selama 7 bulan hingga tahap pencoblosan 17 April 2019, dan semuanya bisa dilaksanakan dengan aman.

Dalam kesempatan bulan yang baik ini, Panglima mengajak, semua sejenak menenangkan diri, terlebih di bulan suci ramadhan saat ini, bersama sama merenungkan tentang pentingnya silaturahmi demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.

Meski tahapan demokrasi sebagian sudah berjalan dengan aman, panglima mengingatkan prajurit TNI dan Polri bahwa tugas belum selesai.

“Saya ingatkan kepada prajurit TNI dan Polri tugas kita belum selesai, masih ada pentahapan berikutnya yang tentunya menuntut anggota TNI dan Polri untuk mampu mengamankannya. TNI  beserta seluruh masyarakat luas harus tetap mengawal sampai seluruh proses dituntaskan dengan baik,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Panglima, prajurit TNI dan Polri untuk tetap siaga guna mengawal jalannya proses demokrasi tersebut.

“Jawa barat merupakan daerah penyangga ibukota, sehingga apa yang terjadi di Jawa Barat atau Bandung dapat berpengaruh langsung terhadap Jakarta. Oleh karena itu, TNI dan Polri selaku aparat negara harus benar benar dan senantiasa ekstra waspada dan bijak dalam menyikapi setiap perkembangan yang terjadi paska pemilu,” tegasnya.

Panglima juga berharap, bangun pula kesadaran di tengah tengah masyarakat bahwa perbedaan dalam pemilu janganlah mengakibatkan perpecahan sesama anak bangsa.

“Perbedaan dan keragaman yang kita miliki seharusnya menjadi kekuatan, saling mengisi dan melengkapi, tentunya hal ini sudah dirumuskan para pendiri bangsa dengan menetapkan bhineka tunggal ika sebagai semboyan kita semua,” kata Panglima.

Lanjut Panglima, tugas itu tidaklah ringan, namun tugas yang saudara laksanakan prajurit memiliki nilai ibadah yang lebih karena dilaksanakan di bulan Ramadhan.

“Laksanakanlah tugas tersebut dengan keikhlasan dan kesadaran yang tinggi, ingat jerih payah dan pengorbanan saudara saudara menjadi landasan yang kokoh bagi kehidupan demokrasi di negara ini,” tutur Panglima TNI dihadapan prajurit TNI-Polri yang hadir di acara.

“Saya juga memohon agar para ulama, tokoh masyarakat dan para pejabat di daerah saling bahu membahu memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik, ini merupakan bagian dari proses pendewasaan dengan pembangunan kehidupan berpolitik bangsa kita,” katanya.

“Memang ada kekurangan yang terjadi, tetapi kekurangan itu tidak berarti harus menghancurkan pondasi, tiang tiang bangunan demokrasi yang sudah dibangun.

"Kita, harus menjunjung tinggi, tahapan yang sudah disepakati secara konstitusional. Kekurangan yang ada harus bisa menjadi bahan introspeksi kita semua, dan diselesaikan secara konstitusional pula,” pungkasnya. (Ris)

Comment As:

Comment (0)