No icon

Eksisting dan Penanggulangan Bencana di Jabar

BANDUNG, PIKIRANJABAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Jawa Barat terus menyalurkan logistik, berupa makanan siap saji kepada para korban bencana banjir, termasuk logistik untuk pembersih rumah paska banjir.

“Sampai sekarang masih bisa tercukupi, karena anggaran dari APBD-nya bertambah,” kata Kepala bidang (Kabid) Kedarurataan dan Logistik BPBD Jabar, Didi Adji Siddik dalam acara jabar punya informasi (Japri) ke-58 di Gedung Sate, Jl Diponegoro, Bandung, Jumat (4/1/2020).

Selain Didi, kegiatan bertajuk Eksisting dan Penanggulangan Bencana di Jabar juga dihadiri 6 narasumber lain, seperti Kabid Pengelolaan Arsip Statis Dispusipda Prov Jabar, Saepulloh; Kabid Energi Dinas ESDM Prov Jabar, Slamet Mulyanto; 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Prov Jabar, Drg. Juanita; Ketua Harian Jabar Quick Response, Hanief Mochammad; Sekretaris Dinsos Jabar, Barnas Adjudin; Kadiv Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Tri Yanto.

Didi menjelaskan, logistik tersebut didistribusikan kepada BPBD kota/kabupaten yang terdampak banjir.  Makanan siap saji atau instan yang disediakan dari pusat, memiliki kebijakan dengan masa kedaluarsa satu tahun. Dengan demikian, ketika terjadi bencana maka secepatnya dibagikan kepada yang membutuhkan.

Dinas Sosial Jabar sebagai koordinator tanggap darurat yang diwakili Barnas Adjudin, menyebutkan penanganan bencana tidak bisa dilaksanakan persektor.

"Sehingga perlu ada sinergitas, dan Dinsos menjadi koordinator tanggap darurat,” sebutnya.

Terkait hal ini Dinsos Jabar telah menurunkan 6900 Taruna siaga bencana, (Tagana). Dan menyediakan 68 mobile rescue. 
Disebutkannya juga, pihaknya telah mendirikan dapur umum, mengirim perahu karet dan mobil tangki, serta menyalurkan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti pakaian, susu bayi, dan telur.

Setelah itu, Dinsos juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengatasi permasalahan kesehatan. 

"Kita sudah terpadu dengan penanganannya. Yang jadi masalah itu ketika ada korban yang tidak melapor, sehingga dia tidak mendapat bantuan dan akses,” katanya.

Dinkes Jabar yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Juanita PF menyebutkan, menyediakan pelayanan kesehatan 24 jam di sejumlah Puskesmas dan mendirikan pos pelayanan terpadu di beberapa lokasi.

Terdapat 3 pelayanan kesehatan di Kab. Bandung Barat. 42 pos pelayanan kesehatan dan satu pos pelayanan terpadu di Kota Bekasi. 

Untuk daerah Kab. Bekasi ada 44 pelayanan kesehatan di puskesmas dan 60 posko pelayanan kesehatan, 50 Puskesmas di Kab. Karawang. 

"Yang kami sediakan obat-obatan. Dan obat-obatan masih terpenuhi oleh kabupaten/kota. Di posko dan Puskesmas ada 5 orang yang piket dan terdiri dari dokter, perawat, serta bidan,” sebutnya.

Sementara Jabar Quick Response (JQR) lembaga kemanusiaan yang dibentuk pemprov jabar telah melakukan sejumlah upaya penyelamatan dan penanganan bencana alam. Ketua Harian JQR Hanief Mochammad mengatakan, JQR menerima dan menindaklanjuti 62 aduan darurat rescue.

“Kami juga menyelenggarakan tanggap bencana Jabar.  Memanggil. Lebih dari 21 komunitas Mapala dan Pecinta Alam yang sudah berkoordinasi melakukan penyelamatan,” ucapnya.

Tak ketinggalan Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jabar pun telah mendirikan dapur umum, mengirim ambulans, mendistribusikan 5.800 nasi kotak dan 8.000 dus air mineral, menyalurkan perahu karet, dan menyediakan mobil layanan.

“Sekarang masih proses pembersihan pasca-bencana. Kami sudah menyiapkan perlengkapan bayi, mengirim relawan,” kata Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jabar Tri Yanto.

“Kolaborasi dan elaborasi semua pihak membuat penanganan dan penyelamatan berjalan cepat dan tepat. Semoga kita bermanfaat bagi semua,” tambahnya.

Sedangkan Dispusida Jabar sebagai opd yang terkait dengan ke arsipan, menyebutkan pihaknya siap membantu masyarakat untuk merecovery dokumen atau arsip yang rusak karena bencana. (Ris)

Comment As:

Comment (0)