No icon

Jabar Kaya Mineral Tambang, Pasarnya Juga Bagus 

BANDUNG, PIKIRANJABAR - Kabid Pertambangan Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Tubagus Nugraha mengatakan Jabar kaya akan mineral tambang seperti logam, emas, semen. Berbanding lurus dengan, permintaan mineral tambang dari pasar industri.

"Bahan baku ada, permintaan juga banyak. Sehingga industri tambang di Jabar, meningkatkan pesat," kata Tubagus Nugraha usai acara Japri ke-62, Gedung Sate, Bandung, Kamis (6/2/2020).

Agar bisa jalan secara berkesinambungan, Dinas ESDM Prov Jabar mengurus market industri dengan tata kelola pertambangan secara baik dan sesuai dengan undang-undang, Peraturan Menteri (Permen), Peraturan Pemerintah (PP), dan Peraturan Daerah (Perda).

Di Jabar, kata Tubagus Nugraha, hingga akhir 2019 tercatat ada 514 izin pertambangan, terdiri dari tiga bagian. Pertama, 352 pertambangan dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi. Kedua, 100 yang masih dalam tahapan eksplorasi, dan Ketiga, 62 berstatus khusus dengan sedikit IUP operasi produksi dan ada yang berjenis izin eksplorasi sumber daya mineral.

"Jadi kita mewujudkan tata kelola baik di dalam konteks pertambangan secara industri pertambangan memberikan benefit kepada masyarakat dan daerah membuka lapangan kerja pemasukan pajak," jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya Corporate Social Responsibility (CSR) dan program lingkungan dalam pertambangan sehingga berkontribusi pertumbuhan di Jawa Barat. Namun, kata Tubagus Nugraha, permintaan pasar yang banyak dan eksplorasi yang berlebihan menyebabkan maraknya pertambangan ilegal.

"Akibat eksplorasi tersebut mengakibatkan market besar penawaran, banyak operasi pertambangan disana dan kita memastikan semua itu berizin dan kemudian dapat mengatur pertambangan tapi masalahnya masih banyak tambang yang tidak berizin," kata dia.

Tambang Ilegal

Selain itu, Tubagus Nugraha juga mengatakan sampai akhir 2019 tercatat ada 417 tambang tanpa izin alias ilegal. "Tambang ilegal tersebut tersebar di 27 kabupaten kota," kata dia. Agar kasus pertambang ilegal tidak terus bertambah, tahun 2020 ada dua pendekatan yang akan dilakukan, yaitu skema pembinaan dan skema penindakan. "Skema ini dilakukan, lewat kerjasama dengan aparat penegak hukum," kata dia. (Ris)

Comment As:

Comment (0)