No icon

Gunung Agung, PVMBG : Pergerakan Magma Baru Masih Terekam, Intensitasnya Rendah

BANDUNG, PIKIRANJABAR - Aktivitas Gunung Agung masih didominasi oleh gempa dengan frekuensi rendah, yang mencantumkan adanya aliran fluida menuju ke permukaan yaitu berupa Gempa Low Frequency, Gempa Hembusan dan Gempa Letusan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan kegempaan frekuensi tinggi yang mencerminkan peretakkan batuan di dalam tubuh gunung api akibat pengerakan magma baru masih terekam, intensitas ralatif rendah, yaitu berupa Gempa Vulkanik (Dalam maupun Dangkal) dan Gempa Tektonik Lokal.

"Dominannya kegempaan dangan kontan frekuensi rendah dibandingkan dengan konten frekuensi tinggi mancerminkan bahwa aliran fluids magmatik ke permukaan relatif lancar kanana sistem cenderung terbuka," kata Kasbani di ruang Ruang  informasi PVMBG Badan Geologi Jalan Diponegoro no 57 Kota Bandung,Rabu (4/7)

Kasbani juga menjelaskan, dalam satu minggu terakhir  Gunung Agung mangalami trend deflasi, Hal itu  seiring dengan berkurangnya tekanan fiuida magmatik di dalam tubuh Gunung Agung.  Erupsi dapat tarjadi pada saat pembangunan tekanan (inflasi) maupun pada fase penurunan tekanan (deflasi).

"Data deformasi masih mengidentifikasi aktivitas Gunung Agung belum stabil dan masih rawan untuk tenadi erupsi,"

Selanjutnya, Secara geokimia, gas magmatik 802 masih terekam dengan fluks masih relatif tinggi, pada 3 Juli 2018 fluks 802 dalam kisaran 1400-2400 ton/hari dan pada 4 joti 2018 flux 802 dalam kisaran 400-1500 ton/hari. 

"Citra satelit termal mengindikasikan bahwa aktivitas erupsi etusif masih berlangsung dengan volume pertumbuhan kubah lava pada kisaran 4-5 juta meter kubik dalam satu minggu terakhir ini Volume kubah lava lama benusar 23 juta meter kubik. sehingga volume totai kubah lava 2017-2018 sekitar 50

Comment As:

Comment (0)