Pikiran Jabar, Jujur Bicara Jawa Barat
Bataru, Guru Bisa Kredit Rumah Rp150 Juta, Cicilannya Rp900 Ribu
Monday, 30 Nov 2020 13:00 pm
Pikiran Jabar, Jujur Bicara Jawa Barat

Pikiran Jabar, Jujur Bicara Jawa Barat

BANDUNG, PIKIRANJABAR – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi mengatakan, nota kesepahaman Pemprov Jabar dengan bank bjb untuk program rumah bersubsidi merupakan kabar gembira bagi para guru dan tenaga kependidikan.

Didi menjelaskan program rumah bersubsidi tersebut digagas Pemprov Jabar dan diberi nama Bakti Padamu Guru atau Bataru.

Sebagai tahap awal, pada 2020, Pemprov Jabar akan membangun 10.000 rumah subsidi yang tersebar di 17 kabupaten/kota untuk guru tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Peluncuran Bataru dilakukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Barat dan HUT ke-75 PGRI di Sekolah Cakra Buana, Depok.

“Peluncuran Bataru ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Pengembang Indonesia dengan bank bjb tentang Program Rumah Subsidi untuk Guru dan Tenaga Kependidikan,” katanya, Jumat (27/11/2020).

Dengan Bataru, tenaga pendidikan memungkinkan membeli rumah seharga Rp150 juta dengan cara kredit dan cicilan Rp900 ribu per bulan. Pemprov Jabar bekerja sama dengan bank bjb untuk pembiayaannya.

Syaratnya, pendapatan tenaga kependidikan tidak boleh lebih dari Rp8 juta per bulan dan belum punya rumah.

“Oleh karena itu Pemda Provinsi Jabar mencoba meningkatkan kesejahteraan dengan tidak selalu meningkatkan pendapatan, tapi menurunkan pengeluaran, yang biasanya cicilan untuk kontrak rumah nanti akan kita geser kepada rumah milik sendiri dengan program Bataru ini,” ujarnya.

Pemprov Jabar, kata Didi lagi, akan coba memaksimalkan program Bataru tahun depan dengan mencari titik lokasi yang baru dan sasarannya diperluas.

“Jumlah total guru di Jabar itu berada di atas 200.000-an, nanti kita (kami) akan cari lagi lokasi-lokasi yang dikerjasamakan dengan developer lokal dan juga bank bjb yang akan memfasilitasi mimpi besar para guru (tenaga kependidikan),” katanya.

Gubernur Ridwan Kamil, kata Didi, mengapresiasi para tenaga kependidikan, khususnya guru, yang terus berjuang tak kenal lelah dalam memberikan ilmu kepada anak-anak di Jabar di masa pandemi Covid-19.

“Semangat tidak boleh patah untuk para guru di masa pandemi ini. Harus berjuang cari cara agar asupan ilmu kepada anak-anak kita tidak berhenti,” katanya.

Selama ini, jelas Didi kembali, para guru dan tenaga pendidik lainnya kesulitan mendapatkan rumah sendiri dan hanya pindah dari satu rumah kontrakan ke kontrakan lain.

“Kondisi ini memprihatinkan mengingat jasa guru yang tak terhingga terhadap dunia pendidikan nasional,” pungkasnya. [Gina Maerta]