Pikiran Jabar, Jujur Bicara Jawa Barat
30 Orang Pemuda Kabupaten Bogor Deklarasikan Perangi Human Trafficking
Tuesday, 01 May 2018 06:15 am
Pikiran Jabar, Jujur Bicara Jawa Barat

Pikiran Jabar, Jujur Bicara Jawa Barat

BOGOR, PIKIRANJABAR – Sebanyak 30 orang pemuda deklarasikan perangi human trafficking, di Pesantren Yasina, Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (29/04/2018). Petisi tersebut seusai agenda Sekolah Islam dan Gender Komisariat Djuanda, Cabang Kabupaten Bogor. Selain itu, deklarasi tersebut ditandatangani oleh Ketua PC PMII kab. Bogor, PC PMII kota Bogor, PK PMII Universitas Djuanda dan Peserta SIG.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari tahun ke tahun kasus trafficking selalu meningkat di Kabupaten Bogor. Data pusat pelayaanan terpadu pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada tahun 2014 terdapat 11 kasus. Kenaikan kasus trafficking pada daerah jawa barat pada tahun 2015 terdapat 24 kasus, tahun 2016 terdapat 34 kasus.dan pada tahun 2017 terdapat 54 kasus.

Menurut Ketua Pelaksana Siti Nurpadilah, kasus perdagangan orang atau Human Trafficking merupakan suatu kejahatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Human trafficking sangat rentan terjadi pada perempuan dan anak-anak. kondisi ini yang menjadikan kita sebagai generasi muda harus sadar dan peduli terhadap sesama manusia.

”Dengan adanya kegiatan SIG menjadi titik awal perubahan penanganan kasus human trafficking di Kabupaten Bogor. Serta membangun rasa peduli terhadap masyarakat semakin terbangun terhadap permasalahan trafficking,” ucapnya, Selasa (01/05/2018).

Diungkap olehnya, Perlu adanya kerjasama dari semua pihak baik dari masyarakat juga pmeerintah kerna permasalahan trafficking. Sebab, kasus trafficking bukan lagi masalah perseorangan. Namun menjadi permaslahan kita bersama karena menyangkut HAM.

Sementara itu Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Kabupaten Bogor Shihabul Milah, pihaknya siap mendampingi kasus yang terjadi dalam kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab, perempuan adalah kelompok yang paling banyak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang hal ini berdasarkan bukti empiris.

”Human trafficking ini bentuk modern dari perbudakan manusia, dan termasuk juga didalamnya perdagangan anak, tentu ini merusak harkat dan martabat manusia,” katanya.

Hal ini terjadi dikarenakan beberapa factor. Di antaranya, angka kemiskinan semakin tinggi, tingkat pendidikan masih rendah, kurangnya pendidikan akhlak dan moral. Serta meningkatnya teknologi dengan penggunaan yang tidak semestinya. Pihaknya menegaskan, siap mendampingi dan mengawal permaslahan yang ada di Kabupaten Bogor. Sehingga orang yang terkena kasus trafficking tersebut mendapat perlindungan hukum dan hak yang sebagai mestinya.

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kabupaten Bogor Muhammad Zulfikri sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini. “Diharapkan PMII yang berada di Cabang kab Bogor harus mulai peka terhadap Human Trafficking ini. Hal ini sebagai upaya menjadi role mode identitas KOPRI yang peka terhadap peremasalahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut dia, menembus kepada program dan strategi awal KOPRI. Mulai dari kajian dari studi kasus mencari solusi. Serta meminta dorongan di pemerintahan Kabupaten Bogor supaya gagasan dapat terealisasikan.