No icon

Pansus VII DPRD Jabar Bukan Legitimator Pemutihan RTRW

BANDUNG, PIKIRANJABAR - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Revisi Perda No.22 Tahun 2017 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat masih dihadapkan banyak kendala,  termasuk kekhawatiran revisi ini jadi legitimator pemutihan, melegalisasi pelanggaran terhadap penetapan tata ruang wilayah.

Wakil Ketua Pansus VII DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan sewaktu Pansus VII melakukan rapat kerja dengan pihak Dinas Kehutanan Jabar, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, di kantor UPT DKPP Jabar di Cikole - Lembang Kabupaten Bandung Barat terungkap bahwa data yang dimiliki Pemprov Jabar dengan Perhutani tidak klop. 

Pihak perhutani, kata Daddy, menyoroti soal angka-angka luasan lahan di Jabar ada 675.000 Ha hutan, sementara itu Kepala Disnas Kehutan Jabar mengatakan ada wali data/ data induk yang dipegang oleh semua.

"Saat itu, saya katakan, kalau memang ada wali data tentunya semua data yang diklaim oleh pihak perhutani, Dinas Kehutanan Jabar maupun oleh Kab/kota, seharusnya angkanya sama, ujar Daddy yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar. 

Pansus VII menurut Daddy, tidak ingin ada perbedaan data. Hal itu, pernah terjadi dengan data jumlah penduduk, yang sempat ramai, karena ada yang bilang jumlah penduduk Jawa Barat 42 Juta Jiwa, ada juga yang bilang 45 juta jiwa. "Kita tidak ingin kerancuan itu terjadi juga di data luas lahan hutan," katanya.

Pansus VII menurut Daddy, tidak ingin pembahasan Raperda RTRW sarat dengan kepentingan yang bisa berdampak terhadap pelanggaran, seperti peruntukannya untuk RTH tahu-tahu jadi perumahan. "Kita tidak mau jadi legitimator, pemutihan," tegasnya.

Daddy juga mengatakan, bila pembahasan Raperda Revisi RTRW Jabar tidak selesai hingga akhir masa jabatan anggota dewan periode 2014-2019 tidak ada masalah, bila langkah positif tersebut dilanjutkan oleh anggota dewan periode berikutnya (2019-2024). “Sangat dibolehkan, karena tidak mungkin pembahasan raperda RTWR dimulai dari nol lagi,” pungkasnya. (Ris)
 

Comment As:

Comment (0)