No icon

Infrastruktur Kurang Memadai, Hasil Pertanian di Jonggol Belum Optimal

JONGGOL, PIKIRANJABAR - Belum optimalnya hasil pertanian di kawasan Kecamatan  Jonggol Kabupaten Bogor dikarenakan  infrastruktur pertaniannya kurang memadai. Demikian disampaikan angota DPRD Provinsi Jawa Barat, Prasetyawati saat melakukan pertemuan dengan masyarakat di daerah pemilihannya Kabupaten Bogor.

Peningkatan infrastruktur untuk pertanian seperti halnya irigasi pengairan sangat diharapkan masyarakat Kec. Jonggol mengingat luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang cukup luas mencapai 3.200 Ha.
 
“Belum optimalnya hasil pertanian karena infrastruktur pertaniannya kurang memadai. Untuk pengairan, Insyaallah waduk Jatinunggal akan segera beroperasi mudah – mudahan bisa menjadi solusi”, ujar

Berbagai permasalahan pertanian dikeluhkan warga Desa Babakan Kec. Jonggol Kab. Bogor saat Jaring aspirasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. Prasetyawati MM dalam rangka Reses I Tahun Sidang 2019-2020 khususnya masalah Irigasi Pertanian dan langkanya pupuk subsidi yang bisa dibeli oleh petani.

Prasetyawati mengatakan peningkatan infrastruktur untuk pertanian seperti halnya irigasi pengairan sangat diharapkan masyarakat Kec. Jonggol mengingat luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang cukup luas mencapai 3.200 Ha.

“Belum optimalnya hasil pertanian karena infrastruktur pertaniannya kurang memadai. Untuk pengairan, Insyaallah waduk Jatinunggal akan segera beroperasi mudah – mudahan bisa menjadi solusi,” ujar Prasetyawati.

Sementara untuk permasalahan pupuk subsidi, melalui Camat yang hadir pada pertemuan tersebut, akan ditinjau kembali distribusi di berbagai desa di Kecamatan Jonggol agar pembagiannya merata.

“Selain itu camat akan meningkatkan kepemilikan kartu Tani melalui UPTD pertanian, karena dengan kartu Tani, petani bisa membeli pupuk subsidi”, tutur Prasetyawati.

Prasetyawati juga berjanji untuk mengakomodir warga yang juga mengajukan bibit pohon durian khusus untuk Desa Babakan yang memiliki kontur tanah yang sangat cocok ditanami durian. Hal ini juga sejalan dengan program Desa Babakan yang menginginkan satu rumah memiliki satu pohon durian.

“Ini sangat seauai dengan program Pemprov Jabar one village one product Desa Babakan dengan produk durian, akan kita laporkan”, pungkas Prasetyawati. *Ris

Comment As:

Comment (0)