No icon

Lebih Dekat dengan Baetul Khoeri (Think Thank  kelompok Cipayung )

 

Di jagad aktivis, khususnya di dunia civitas akademika dan buruh, siapa yang gak kenal Baitul Khoeri. Pria bertubuh gempal asal Cirebon ini semenjak di bangku kuliah sudah malang melintang menjadi aktivis kemahasiswaan, bahkan tidak jarang terjun mengadvokasi kepentingan kerakyatan yang tidak tersentuh penguasa melalui kegiatan ektra parlementer. Kini, lelaki yang kerap dipanggil Gus Choi ini selain aktif di DPP Sarbumusi sebagai salah satu ketua, juga mencoba “peruntungan idealisme”nya di dunia politik- Ia masuk di Partai Kebangkitan Bangsa.

Ingin tahu lebih dekat dengan Baetul Khoeri, berikut catatan pikiranjabar siapa dan bagaimana pria yang terkenal ulet dan penyabar ini. 

Baetul Khoeri, S.IP lahir di Cirebon 8 Maret 1977, merupakan Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat yang saat ini menjabat Staf Ahli Komisi I DPR RI. Baetul merupakan sosok mantan aktivis pergerakan mahasiswa di Universitas Bung Karno Jakarta, yang cerdas dan memiliki segudang prestasi keorganisasian yang cukup mentereng.

Salah satunya saat dirinya menjadi salah satu perserta Konferensi Mahasiswa Internasional yang bertajuk “Indonesian People Forum For Asia-Pacisif” di Bali 2001 silam. Dalam forum tersebut baetul membicarakan tentang peran pemuda dalam membangun sistem demokrasi. Mengingat tahun 1998 merupakan tahun di mana Rezim otoritarianisme orde baru ditumbangkan oleh Gerakan Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Baitul juga terlibat aktif dalam konsolidasi demokrasi pasca jatuhnya rezim orde baru dengan kawan-kawan Cipayung. Dimana ia menjadi salam satu Think Thank  kelompok Cipayung dalam mempercepat proses konsolidasi diseluruh Indonesia.

Ghirah dan komitmennya untuk selalu berada digaris perjuangan membela kepentingan rakyat menjadikan baitul tertarik untuk terjun dalam bidang politik. Baginya politik merupakan alat perjuangan yang paling efektif untuk mempeerjuangkan hajat hidup orang banyak.

Salah satu anggota Dewan Pengawas Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nasional (DK3N) itu memiliki sebuah keyakinan hanya dengan politik rahmatan lil alamin satu-satunya jalan yang akan memberikan jaminan terbentuknya baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. Di mana politik tidak dimaknai sebagai sebuah sikap yang mementingkan kelompoknya sendiri dan atau saling membunuh antara satu dengan yang lain. Akan tetapi berpolitik dengan menggunakan etika, sopan, santun, kejujuran dan berpedoman pada nilai-nilai ajaran islam.

Bakat Baetul dalam bidang politik baitul sudah terlihat sejak dirinya menjadi mahasiswa Universitas Bung Karno. Hal itu terbukti Baetul aktif menjadi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Latar belakang baitul yang berasal dari kalangan pesantren di daerah Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di “Pondok Pesantren Al Huda” menjadikan dirinya harus memasuki PMII yang secara ideology berhaluan Ahluss Sunah wal Jamaah.

Maka tidak heran jika, Baetul melakukan pembelaan terhadap upaya pelengseran Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dirinya bersama dengan sahabat-sahabat seperjuangannya tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat UBK dan menjabat sebagai Sekertaris Komisariat. Mengapa Gus Dur harus dibela? Karena dalam pandangan politik Baetul Gus Dur merupakan orang yang di Fitnah oleh kelompok yang anti terhadap pemerintahan KH. Abdurrahman Wahid, dan Gus Dur merupakan Simbol warga Nahdliyin. Hal tersebut terbukti bahwa sampai sekarang kasus Bulog gate dan Brunei Gate sampai saat ini tidak terbukti. Padahal alasan ini yang mereka gunakan untuk melakukan sidang istimewa dalam penjatuhan Gus Dur.

Khasanah pergulatan hidup yang beragam, penuh tantangan dan perjuangan itulah yang kemudian mengantarkan seorang Baetul Khoeri menghunjamkan niat dan pengabdiannya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai yang didirikan oleh mendiang Gusdur yang ia sebut sebagai idola dan teladan untuk mencurah fikir serta mengasah pisau analisis politiknya. Karena dari Gus Dur lah ia menemukan makna politik sebagai perjuangan – politik adalah nilai-nilai!!

 

Comment As:

Comment (0)